cause you never know

Kamu, dia, dan mereka hanya tidak tahu. Aku tak pernah meminta untuk dimenegerti. Aku hanya terlalu takut dimengerti. Aku takut, saat orang-orang sudah mengerti ternyata aku salah menilai.

Kamu, dia, dan mereka tidak pernah tahu rasanya menjadi aku. Kalian hanya melihat, tapi tidak benar-benar tahu rasanya. Aku tak bisa memaksa, aku tak punya kuasa untuk menyuruhmu merasakan.

Aku takut apa yang kurasakan ini disebut sebagai pembelaan. Karena sedang mengalami. Aku hanya takut kehilangan, dan tak mau ditinggal. Tapi saat mengutarakan, aku takut kamu bilang aku hanya sedang manja.

Aku juga takut kalian akan menghitung seberapa banyak beban yang harus dipikul dibanding aku. Walaupun aku merasa aku yang paling tak bisa, aku yang paling lemah. Jika Tuhan mengizinkan. Aku hanya ingin protes di sehelai kertas kosong.

Tak perlu didengar, tak perlu dirasakan, tak perlu dimengerti. Tak ada pembelaan apapun dariku. Ini hanya satu bentuk protes yang tak tahu harus kularikan kemana. Tuhan seperti begitu jauh di sana. Dan tak kulihat kemana perginya tangan-tangan itu …

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s