My randomly mind

Aku seperti ada di tengah jalan. Kelelahan karna berlari tanpa henti. Rasanya ingin berhenti sebentar saja, entah berhenti untuk apa. Apakah untuk berlari, atau sekadar berhenti berjalan. Aku lelah, Tuhan.

Aku seperti sedang berlari jauh. Tak tahu kapan akan sampai di tujuan. Aku berlari dengan ditemani tembok di belakang. Hingga saat aku berbalik, aku tahu aku tak akan pernah bisa kembali. Dan tembok-tembok itu terlalu tinggi dan panjang untuk kuruntuhkan.

Pilihannya hanya satu, terus berlari sampai tujuan. Toh Tuhan memberi pinjam sepatu yang kokoh untuk ku berlari. Dan cuaca yang cerah untuk menemani perjalananku. Terkadang hujan turun, tapi setiap setelah hujan turun pelangi ikut menemaniku. Ia memberiku harapan akan tujuan.

Harapan. Aku lelah untuk berharap. Bahkan takut. Tapi Tuhan tak pernah lelah menemaniku, memberikan banyak hal yang harus kubaca sendiri, Ia sedang membukakan mataku.

Tuhan, maaf jika keluhanku amatlah panjang. Aku tidak menyalahkan-MU. Aku berusaha untuk tidak marah pada-MU. Aku hanya lelah, Tuhan …

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s