Hanya tokoh

Karena kita tak akan pernah bisa melangkahi waktu. Kita hanya harus melewatinya. Tak ada yang lebih baik dari menerima. Mencoba untuk lebih berdamai dengan kenyataan.

Tidak ada yang tahu bagaimana sulitnya melewati masa-masa ini. Mereka hanya bisa menonton di depan layar kaca sambil sesekali menyeka air mata. Selain diam-diam bersyukur bahwa mereka bukan menjadi si tokoh utama. Yang harus melawan arus egonya sendiri setiap hari, dan yang tak lelah menangis sedih sendiri. Tapi terkadang ada juga tepuk tangan yang membahana memenuhi ruangan saat si tokoh utama berhasil memenangkan satu per satu permainan hidup. Tak ada hadiah apapun, hanya ada beberapa permen yang sudah disiapkan untuk dilahap setiap kali air mata turun.

Mereka hanya tidak tahu bahwa makna permen itu lebih dari itu. Lebih dari hanya sekadar mengusir rasa asam di mulut.

Dan memang begitulah hidup. Kadang bersandiwara bahwa semua ini akan baik-baik saja atau memang baik-baik saja. Walaupun dalam kenyataannya, tak ada sandiwara. apa-apa di sini. Dan tak ada sandiwara yang sifatnya baik-baik saja.

Karena kita sebagai manusia, masing-masing dari kita semua adalah tokoh. Tokoh utama kehidupan, dan Tuhan adalah dalangnya. Jadi mari kita bermain, sesuai skenario baik Dalang.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s