They don’t know how much I’m happy

Tak ada yang tahu, bahwa sebenarnya ini yang gue impikan. Berada di rumah, mengerjakan pekerjaan rumah (even just a lil bit) ๐Ÿ˜€ lalu sisanya membaca & menulis. Its like heaven for me โ™ฅ

Walaupun, tadinya imajinasi gue menggambarkan bahwa setelah menikah itu akan ada rumah baru (yang design interiornya pun udah gue siapin), lalu anak yang amattt lucuk yang akan gue ajarkan untuk manggil gue ‘Hello, Mommy’. But, let say it just in fairy tale. Karna dalam kenyataannya tidak demikian.

Dan disinilah gue. Menatap masa depan lewat hal yang berbeda. Gue kehilangan pekerjaan, yang honestly membahagiakan gue hanya dalam bentuk materi. Tidak dengan hati. And then, belum datang anak yang lucuk yang akan manggil gue Mommy. Catat ya, bukan tidak tapi BELUM. And I’m a housewife now. But, never mind. I’ll be happy. Kehidupan seperti inilah yang dulu gue impikan.

Bangun tidur saat pikiran masih segar, gue bisa langsung menulis. Menulis apapun. Kejadian-kejadian gak enak kemarin di awal-awal pernikahan akan gue anggap sebagai langkah awal gue mengejar impian. Ngikutin slogannya salah satu radio gaul di Bandung, no matter what they say. Gue akan tetap dan selalu jadi penulis.

Banyak yang bilang bahwa jadi penulis itu uangnya sedikit. Kita harus punya pekerjaan tetap dulu kalau kita mau cari duit dari menulis. But, kalau pada akhirnya gue bergantung dari menulis iya why not? Menurut gue gak ada yang salah kan! Tulisan ini bertujuan baik. Gue hanya mau bersyukur. Walaupun sometime gue juga iri melihat cewek-cewek yang bisa menghasilkan duit sendiri (kayak gue dulu), sedangkan gue hanya bergantung sama suami. Tapi sekali lagi gue bilang, bukankah ini yang gue impi-impikan sejak dulu?
Dari saat gue masih kerja, masih terikat waktu dengan bekerja. Walaupun sensasi pegang duit sendirinya itu loh yang gak bisa dilupakan ๐Ÿ˜€ *teuteup*

Gue gak akan maksa. Setidaknya, ini yang memang pernah gue harapkan. Apakah nantinya gue akan kembali bekerja dan terikat waktu? Atau gue nunggu Tuhan kirim malaikat kecil di perut gue sambil menulis? Wow, option ke-2 lebih terdengar heaven ๐Ÿ™‚

So’ gue berharap untuk berhenti membandingkan hidup gue dengan orang lain. Dan bersyukur sama semua hal indah yang Tuhan kasih. Terima kasih Tuhan :’)

Posted from WordPress for BlackBerry.

Sayang, aku botak!

Inget waktu kita pacaran, aku gak rela keliatan jelek di mata kamu. Bahkan kamu bilang, padahal aku pemales alias jarang mandi. Tapi semenjak kita deket, aku mendadak jadi berteman dengan air.

Setelah menikah, aku gak peduli apakah setiap bangun tidur kamu ngeliat aku belekan, ileran, dan dengan rambut yang bentukannya kayak sarang burung. I don’t even care! Aku tahu kamu selalu di sana, mencintaiku apa adanya.

Tapi di bulan ke 6 kita menikah, aku menangis. Rambutku berjatuhan satu per satu. Aku kehilangan jumput-jumput permata simbol kecantikanku. Dan apakah aku juga akan kehilangan sentuhan tanganmu di kepalaku setiap sebelum kita pergi tidur?

Sayang, aku sakit. Aku tak sama seperti dulu lagi. Kulitku menghitam. Jari-jariku berubah warna. Bahkan aku terlalu takut untuk mewarnainya dengan kutek. Sisa-sisa jarum suntik kini juga menghiasi kulit tanganku. Itu mengerikan! Dan yang lebih mengerikan lagi, sayang … Aku tak punya rambut!

Dan apakah kamu masih bisa melihat letak kecantikanku di mana? Apakah kamu masih melihat aku sebagai sosok perempuan yang kamu cintai? Perempuan tanpa rambut dengan sebagian kulit yang menghitam. Sayang, aku tak sama lagi …

Tapi …
Rutinitas membelai kepalaku masih kamu lakukan, mencium lembut kepalaku saat aku tidur juga masih kamu lakukan, memelukku erat setiap kita akan tertidur lelap juga masih kamu lakukan. Sayang, tidakkah kamu sedih melihat aku tak cantik lagi?

Sayang, aku botak …
Setiap aku berkata begitu dengan nada sedih, kamu hanya tersenyum sambil memeluk dan mencium keningku.
” Aku gak sedih liat kamu botak. Aku sedih kalau kamu menyerah. Berarti aku sebagai gagal sebagai suami.”

Terima kasih sayang, terima kasih karna botak tak menjadi ukuran perasaanmu padaku. Kamu tetap melihatku sebagai perempuan yang kamu cintai. Dan kumohon, tetaplah seperti ini …

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tulisan gila

Mungkin ini hanya sebuah racauan yang tidak berpendidikan. Yang ditulis oleh orang yang gila. Gila kesabaran. Seolah kesabaran hanya kumpulan rayap yang memakan habis kehidupan. Tak ada yang lebih berguna dari mencaci sabar itu sendiri.

Aku tahu Tuhan tidak buta. Dia bisa melihat tanpa mata. Dia tak akan membedakan mana angka 1 mana angka 0. Tapi buatku, angka-angka itu seolah berarti. Aku menyalahkan mereka. Yang kuanggap sudah merenggut hari-hariku. Sudah menarik lembek senyumku. Aku seolah tak punya suara.

Siapa peduli kehilangan harta! Siapa peduli aku tak lagi miliki uang yang banyak. Bukankah uang hanya alat tukar. Dan di mata Tuhan uang hanya sebuah kertas tak berpenghuni. Siapa peduli aku tak miliki harta benda. Toh mereka pun hanya diam setiap aku menangis. Toh mereka pun hanya menjadi bisu dalam rayuan. Mereka tak benar-benar nyata adanya.

Tulisan gila ini seperti sebuah ajakan perang dengan Tuhan. Aku menatap diriku sendiri di cermin. Hey! Kamu hanya manusia. Kamu tak punya senjata apapun untuk melawan Tuhan. Dan tangisanmu tak akan menjadi air suci yang bisa mengubah cerita. Tidak.

Namun diam, menangis, marah, dan berteriak bukan pilihan buatku. Aku lumpuh dalam memilih. Aku luka dalam berharap. Hanya tulisan gila ini yang mungkin menyadarkanku, bahwa tak ada yang berbeda antara berfikir optimis, berdoa, dan berharap.

Aku jatuh dalam uraian kasih sayang tak berbatas ini …

Posted from WordPress for BlackBerry.

my last chemo

Hi everyone! Today bandung is sunshine day. And I’m so’ excited for this. And this week will be the beautyfull day for me. HOPE SO’! \(ยดโ–ฝ`)/

And then, hari ini (mudah-mudahan) akan jadi kemoterapi terakhir gue. Selama sekitar 3 bulan ini. Jadi gimana gue gak surprise ngadepinnya. I’ll be free from the damn chemo and else. Everything about hospital and suck it! Dokter bilang it’ll be the last chemo IF, HCG gue turun dari 1 jadi 0. But if the HCG betah di angka 1 atau malah naik2 dikit gitu, there will be another chemo. OUGH! Bayanginnya aja hurting ๐Ÿ˜ฆ

Tapi mudah2an ya. Dilihat dari track record sih gue percaya karena penurunan HCG selalu hampir 90 percent. Tapi gue kembalikan semuanya sama yang ber-Hak. Tuhan Yang Maha Baik. Gue coba pasrahkan segala hasilnya sama Dia. Kalaupun ujian ini belum berakhir, gue percaya banget rencana & keputusan Dia selalu baik. I believe!

Rasanya mimpiiii banget. Kembali menjalani aktivitas seperti biasa tanpa harus repot bayangin kemoterapi per 2 minggu sekali. Belum bayangan akan biayanya. Bok! Gue bukan orang yang saat pengen duit tinggal ngedip lalu langsung ada depan mata (diam-diam berdoa mudah-mudahan bisa kayak gitu) muehehe.

Tapi harus mikir keras buat biaya selanjutnya. Siklusnya selalu begitu. Thank God, Dia selalu kasih jalan. Gimana pun caranya. Sesulit apapun jalannya, tapi Dia selalu bersedia bukakan jalan. Gue ngerasa malu sebenernya. Terlalu banyak yang gue minta dari Dia. Bahkan pengharapan gue yang sangat besar akan terakhir-kalinya-kemo-time di sepanjang hidup gue.

I know. Hidup itu, it just DUNIA hey! Sekaya apapun lo, seenak apapun hidup lo, tetep dunia di akhirat nanti yang abadi. Tapi selama gue menjalani terapi ini (sekitar ยฑ 3 bulan), kehidupan NORMAL gue berasa terrenggut gitu aja (oke gue bubuhkan sedikit drama di sini). Dan gue masih menginginkan kenormalan itu! Surely. Tapi intinya, gue cuma ingin menikmati kesempatan hidup yang sudah Tuhan berikan. Beraktivitas, melayani suami, membahagiakan orang tua, jelong-jelong, shopping, ketemu temen-temen, itu akan jadi beberapa hal yang gue kangenin dari sekian banyak.

Gue kaya hidup lagi. Hidup dengan gue yang baru. After this long long long journey. Bukankah gue masih berhak meraih masa depan? ๐Ÿ˜‰

So’ gue hanya bisa berdoa dan berharap banyaaakkk. Apapun yang terjadi, this is will be my LAST chemo. Seumur hidup! Gue mesen katalog itu dari sekarang. Dan mudah-mudahan Tuhan mau berbaik hati mengabulkan. Bukan berarti gue suudzan (No, I don’t God), tapi gue hanya berharap dari harapan dan kemungkinan dari ujian ini akan selesai sesuai dengan ketetapan dan keputusan Tuhan. Amin Ya Rabb.

Jadi, mari semesta kita bergerak. Ikut berdoa untuk kesembuhanku. Amin Ya Rabbal Alamin ๐Ÿ˜‰

Posted from WordPress for BlackBerry.