Tuhan, aku tak tahu apa itu marah.

sedih (1)

Surat untuk Tuhan.

Tuhan, hukum aku jika memang engkau mau. Hukum aku jika Engkau tiba-tiba marah saat membaca suratku. Engkau ber-Hak melakukan itu semua. Sangat berhak. Tapi malam ini rasanya aku ingin marah. Pada siapa? Pada-Mu.

Rasanya aku ingin berteriak sampai lelah. Sampai suaraku habis. Malam ini aku merasa sangat takut. Dan lemah. Air mataku ingin ikut menemani. Tuhan, setelah semua yang berat kemarin. Ternyata Engkau masih senang melihatku merintih. Dan air mata sialan ini selalu mengekorku. Engkau tahu aku memuja-Mu lebih dari apapun. Aku mencintai-Mu lebih dari aku mencintai apapun dan siapapun. Tapi aku masih memikirkan egoku. Setelah perjalanan panjang kemarin, aku berjanji ini itu pada-Mu. Tapi ternyata aku tidak menepatinya.

Bahkan aku berjanji untuk menjadi pelayan-Mu. Tapi aku hanya sibuk memikirkan duniaku. Tuhan, mendadak aku tak bisa membedakan aku marah pada siapa. Marah pada-Mu atau pada diriku sendiri. Betapa tidak bersyukurnya aku. Betapa bodohnya aku menyia-nyiakan hidup di kesempatan kedua. Tapi kenapa yang aku lihat kehidupan orang lain yang ‘terlihat’ jauh lebih baik. Dan bagaimana bisa aku berfikir kenapa aku tidak diberikan apa yang Engkau beri pada orang lain. Tuhan, aku sadar pikiranku picik. Ego ini mengalahkan segalanya. Mengalahkan kecintaanku pada-Mu. Tuhan, seperti biasa aku meminta. Bantu aku berdiri. Bantu aku kembali mencintai-Mu. Buang amarah tak berguna ini dari pikiranku. Tuhan, entah ada berapa banyak orang yang bilang bahwa aku harus hanya bergantung pada-Mu. Hanya pada-Mu. Aku takut berharap pada sesuatu yang salah. Dan kita semua tahu bahwa Engkau Maha benar.

Tuhan, jika Engkau melihatku sebagai manusia-Mu yang tidak bersyukur. Engkau benar. Aku memang manusia bodoh. Bodoh yang tak terhingga. Terlalu bodoh hingga lupa bersyukur. Lupa bagaimana cara berterima kasih yang baik pada-Mu. Tuhan, ajarkan aku untuk lebih ikhlas. Ikhlas menerima APAPUN yang Kau rencanakan atau putuskan untukku. Tuhan, beri tahu aku caranya untuk menjadi kuat. Menjadi kuat dengan tangan-Mu. Genggam aku lagi setiap aku jatuh. Kuharap genggaman-Mu akan membuatku yakin bahwa Kau selalu bersamaku di setiap waktu. Jernihkanlah pikiranku dengan membuang marah ini. Aku nyaris bertanya, apa itu marah Tuhan? …

sedih

Advertisements

One thought on “Tuhan, aku tak tahu apa itu marah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s