Si kepala tanpa rambut

Tak ada bedanya ternyata. Dengan atau tanpa rambut. Semuanya sama. Ada sih yang berbeda, sedikit berbeda. Ada banyak bagian yang bertalu-telu di kepala saya. Sepertinya ada upacara atau perayaan. Atau bahkan ada kumpulan orang sedang bermarawis di sana. Rasanya ribut sekali. Tak tahu maksudnya apa mereka di sana. Berdengung setiap kali saya ingin beteriak.

Adakah hubungannya? Dengan ketidakberadaan rambut di kepala itu? Rambut-rambut yang biasanya bergumul di kepala. Menutupi kebisingan dengan tenangnya. Membuat jarak-jarak suara terdengar begitu jauh. Bahkan kadang tak terdengar sama sekali. Katanya Tuhan ada di mana-mana. Sampai saya mendengar suara Tuhan ada di sana juga. Memberikan sedikit ceramahnya agar saya tenang dan tidak mendengarkan keributan itu. Tapi suara Tuhan yang sejuk saja kalah. Saya tidak bisa tidak mendengarkan keributan itu. Atau … jika Tuhan mau mengembalikan rambut saya seperti dulu lagi, apakah suara riuh rendah itu akan menghilang?

Oh, tidak! Saya tak mau melakukan sistem tawar menawar dengan-Nya. Dia terlalu baik untuk dituntut ini itu (saya tahu).

Beberapa hari yang lalu saya bermimpi berada di lautan yang sangat luas. Dan di mana-mana terdapat air. Sampai saya hampir tak bisa melihat daratan. Semuanya samar oleh air. Orang bilang itu pertanda buruk. Mungkin air itu jugakah yang mengundang suara-suara ribut itu? Atau kepergian si rambut yang ditangisi isi kepala? Yang mana yang benar? Saya tak tahu …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s