Satu tahun baru mau belajar jalan :)

GambarKalo diibaratkan anak bayi, kita baru mau dan akan belajar jalan
Pacaran buat kita menjadi salah satu ajang penguatan mental
Nyaris tak ada kalimat gombal yang mewarnai hari
Kita hanya berusaha menjaga dan mempertahankan hubungan
Naik ke pelaminan rasanya menjadi salah satu mimpi yang akhirnya berwujud
Belajar untuk saling mengerti dan memahami menjadi makanan sehari-hari
Hingga sampai di tahap …

Hamil -> Vonis hamil anggur -> Berubah menjadi tumor ganas -> Kemoterapi
Semuanya sudah kita lewati BERSAMA
Tanpa ada kata ingin mengakhiri
Betapa ajaibnya Tuhan dalam mengajarkan kita kekuatan
Untuk sama-sama berdiri di saat-saat sulit
Namun mensyukuri nikmat setelah semuanya terlewati
Selain belajar mencintai setiap hari, kita juga diajarkan untuk sama-sama mencintai Tuhan
Lebih dari rasa sayang dan cinta kita terhadap masing-masing satu sama lain

Berterima kasihlah pada Tuhan
Yang telah mempertemukan kita *secara tak sengaja* di salon
Yang ternyata berujung di tempat tidur dan pelukan hangat di malam hari
Satu tahun rasanya bukan apa-apa dibanding dua puluh lima tahun yang orang bilang pernikahan ‘perak’

Tapi pelajaran yang kita petik sungguh sangat bermakna lain
Tuhan memberi kita kekuatan penuh untuk selalu saling mencintai, memahami, dan yang terpenting untuk saling MENJAGA

Terima kasih juga untuk kamu yang tak lelah menemaniku dan berjalan bersamaku
Jangan berganti, tetaplah seperti ini
Hingga akan ada tahun-tahun berikutnya

I love u, gendut …

Advertisements

Gratefull is always GREAT!

Gambar

 

Percayakah kamu bahwa hal yang dapat menolongmu dari kesulitan hanyalah bersyukur

Terkadang rasa syukur itu juga gue lupakan saat sedang senang

Tapi ternyata rasa syukur itu menjadi aroma hidup yang baru

Yang membuat suatu rasa lain lebih sempurna menjadi kesempurnaan

Kesempurnaan dalam menjalani hidup

Gue gak tahu lagi apakah sempurna versi orang lain pun begini

Sama dengan apa yang gue rasain sekarang

Gue hanya tahu bahwa Tuhan itu memang Maha Keren

Tuhan selalu ada di antara doa dan ikhtiar gue selama ini

Banyak yang gue takutkan sampe gue berada di titik, it’s enough

Ini lebih dari cukup untuk mensyukuri semua yang sudah Tuhan kasih

Hanya berbahagialah akan setiap hal dari hari yang sedang dijalani

Ketakutan yang selama ini menjadi bayang gelap

Sudah terlihat walaupun samar

Bahwa kita semua sebagai manusia hanya takut pada ketidakmampuan

Dan ketidakpercayaan diri dalam menghadapi kesulitan

Tak peduli pada kata ‘Tuhan selalu bersama kita’

Rasa takut itu tetap membunuh pelan-pelan

Gue pun sama. Sama seperti itu

Sampai akhirnya gue hanya mensyukuri jutaan (bahkan tak terhitung) nikmat Tuhan yang tak terhingga

Dan menjalani hidup mengikuti kehendak-Nya

Mungkin belum sepenuhnya berhasil, tapi bagian dari menjalani adalah proses bukan?

And my Daddy say, Tuhan Maha Baik. Dan yang baik-baik hanya milik-Nya

Dia tidak memiliki keburukan

Jadi kuncinya, hanya bersyukur kepada-Nya …

Tanpa ada kata-kata tambahan lagi, ‘Tapi Tuhan …’

Menjadi Kuat Selalu Menjadi PIlihan Terakhir

Gambar

Gue suka banget sama kalimat menjadi kuat selalu menjadi pilihan terakhir. I means bukan berarti gue gak mau kuat. Tapi saat harus menghadapai beberapa kenyataan hidup, rasanya tak ada pilihan lain selain hanya menjadi kuat. Atau tepatnya berusaha menjadi kuat. Kuat di sini bukan tentang mampu menyelesaikan segala sesuatu yang sulit (dalam hal apapun) atau mampu angkat barbels kayak agung hercules yak 😀

Tapi menjadi kuat di sini adalah menjadi seseorang yang lebih tenang dan berfikir bahwa Tuhan sudah menyelesaikan semuanya dengan baik. Duh, gue berasa lagi ngomong muter-muter gini yak 😀 intinya begini, apa yang gue hadapin belakangan ini lagi-lagi hanya membuat gue kuat. Tanpa gue tahu apa maksud Tuhan yang sesungguhnya. Lagi-lagi! Gue harus menghadapi penyakit lagi. Rasanya berat. Rasanya (selalu) unfair! Tapi gue sadar sekarang, kalo gue menyalahkan Tuhan maka gue mengikuti kemauan setan! And I  dont want! Gue hanya berusaha untuk merubah mindset.

Di saat gue sedang menunggu dengan cantik (tolong digaris bawahi cantiknya 😛 ) untuk program punya anak lagi ternyata kehendak Tuhan bukan itu. Gue merasa kayak lagi mau jalan ke suatu tempat and then Tuhan bilang, jangan lewat situ bahaya. Lewat sini aja. Dan gue mengikuti. Walaupun gue ngerasa sangat takut untuk melewati jalan yang Tuhan tunjukkan. Tapi gue bodoh aja kalo merasa Tuhan doing nothing. Karena gue pun sadar kalo Tuhan selalu mengiringi jalan apapun yang gue ambil.

Akhirnya! Gue seolah  berkata sama diri gue sendiri. Aku ikuti kemauan-Mu Tuhan. Yuk! Mau Tuhan apa sekarang gue ikuti. Gue kayak lagi desek-desekan mau deket-deket terus sama Dia. Karena gue takut jalan sendiri. Gue merasa ga mampu jalan sendiri. Dan ajaib! Gue merasa tenang. Serahin semua sama Tuhan udah kayak bukan kata-kata lagi.

All peoples around me is support me! And I thankfull :’)

Gue udah pura-pura gak tahu lagi apa arti kuat yang sebenarnya. Gue sedang sangat diuji di saat harus melihat orang lain memiliki apa yang tidak gue miliki. Orang-orang semakin menjadikan anak-anak mereka pameran. Rasanya anak bukan lagi titipan Tuhan, tapi hanya sebatas pameran. Sorry for what I think, but kebanggaan orang tua tentang anaknya rasanya gak perlu juga menjadi ukuran kebanggaan atau kompetisi. Mungkin (ini mungkin ya) gue sedang diajarkan untuk tidak begitu. Walaupun dulu rasanya gue juga ingin sekali begitu.

Tapi sudahlah, gue lagi berjuang. Hanya untuk menjadi sehat dan kuat. Walaupun orang lain tak perlu tahu kalo terkadang, gue juga rapuh … bahkan sangat rapuh …

Gambar