Cerita tentang pernikahan

menikah

Ini tentang pernikahan …

When we find the right person to love and marry. Rasanya ada banyak kata yang sulit diungkapkan. Mencintai menjadi sebuah proses alami yang selalu disangkutpautkan dengan anugrah dari Tuhan. Pada saat bertemu dengan orang yang selama ini kita tunggu, seolah perasaan langsung berkata ‘Yess, You are.’
Kamulah orang yang selama ini ditunggu-tunggu yang hanya menjadi bayangan kelabu di saat khayalan menjadi satu-satunya jalan untuk menemukan.

Kenapa tiba-tiba ingin bercerita tentang pernikahan?
Kemarin, one of my sister friends (teman di salah satu tempat kerja terdahulu) cerita tentang berita bahagianya. Dan itu tentang pernikahan. Gue inget, dulu kita pernah saling bercerita tentang cerita cinta masing-masing yang kurang lebih sama. Kita merasa berada di jalan yang sama tapi di tempat yang berbeda. And then I’m married first. Karena jalan yang dia tempuh ternyata masih jauh dan masih harus diperjuangkan. Gue juga inget banget cerita-cerita by BBM we made yang melulu soal pernikahan dia yang masih tertunda. But, she’s beleived that someday waktunya akan tiba dan dia akan berhenti berjuang. Gue aja percaya nggak percaya apa dia bisa mencapai tujuan yang dia inginkan. Tapi satu hal yang gue lihat, bahwa kuncinya adalah sabar. Dia hanya berusaha untuk sabar … And she does.

Kemarin, she told me that she’ll be married after this idul fitri. Subhanallah. Kepercayaan dan perjuangan dia terjawab sudah. Akhirnyaaaa. Penantian panjangnya yang selalu berujung tangis itu dibayar kontan oleh Tuhan. Bahkan dia sampe bilang, boleh percaya boleh nggak tapi sebuah penantian itu tidak ada yang sia-sia. Tak peduli sesusah apa jalannya. Tapi pasti akan ada hasilnya. Dan kunci terakhir setelah sabar adalah pasrah. Dia hanya memasrahkan hasil pada Tuhan tanpa berhenti berdoa. Subhanallah. Tuhan memang kasih dia jalan.

When I read it, sampe merinding rasanya. And I’m so much happy for her. Kalo dia dan kebanyakan orang bilang gue kuat karena menghadapi penyakit dan sebagainya. Gue malah malu. Karena ilmu sabar dan pasrah itu belum gue kuasai. Bahkan gue hanya banyak menuntut untuk jadi ini dan itu pada Tuhan. And I look in teh mirror. Gue masih harus banyak belajar.

And I flash back … (panjang bener yak ini cerita :D)

Jalan cerita waktu masih pacaran sampai akhirnya menikah dan harus menjalani sekelumit pengobatan. Rasanya semuanya memiliki makna masing-masing. Gue jadi percaya bahwa tidak ada penantian yang sia-sia. Penantian gue akan seorang anak mudah-mudahan tidak sia-sia. Mudah-mudahan Tuhan mendengar doa kami. Yah, mungkin sekarang lagi diajarkan dulu untuk nggak memamerkan sebuah titipan dari Tuhan yang sangat berharga πŸ™‚

So’ I will say, seburuk apapun jalan yang harus dilalui. Semuanya bukan perjalanan yang sia-sia. Tuhan kasih gue bonus. Kehidupan rumah tangga yang lebih dari bahagia. And I’m so much so much happy to have him. Always πŸ™‚

And Thank God :*

large (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s