Saat yang lainnya A , aku sedang B …

Gambar

Gambar bangku di tengah kegelapan itu sengaja gue pajang di situ
Tapi itu hanya sebuah simbol kesendirian
Bukan sendiri sepi mehek-mehek yang gue maksud 😛
Tapi sendiri karena merasa tidak lagi sejalan dengan dunia (sejalan? Pacaran maksudnya?) hihi

Mungkin ada sebuah alter ego dibalik judul ‘saat yang lainnya A, aku sedang B’ tersebut
Tapi tak apalah gue gak peduli

Yang mau gue ceritakan di sini adalah tentang gue yang sudah mulai merasa terasing dengan kehidupan dunia. Dunia seolah sedang hingar bingar dengan kesibukannya yang baru. Dengan kehidupan yang mencekik mereka perlahan walau kita tak sadar. Gue baru ngalemin banyak hal yang sulit di bulan puasa tahun ini. Sangat jauh berbeda dengan bulan puasa tahun kemarin. And I’m envy with them. Orang-orang yang bersemangat merayakan datangnya hari raya. Tapi gue nggak. Banyak hal sulit dan buruk malah yang gue hadepin. Sampe yang tadinya berniat banyak mendekatkan diri sama Tuhan dan janji mau ibadah dengan benar di bulan puasa, satu pun gak ada yang terealisasi. Tahu-tahu udah mau idul fitri aja. Kayak kejar-kejaran dengan waktu gini.

Jujur. Gue sampe marah-marah sama Tuhan. Kenapa kayaknya apes banget di bulan puasa sekarang. Padahal dibalik kesulitan yang Tuhan kasih ini justru ada banyak kemudahan yang Tuhan kasih. Gimana gak baik coba? Tapi emang guenya aja yang kurang ajar. Selalu minta lebih sama Dia. Tapi setelah amarah mereda dan direnungi, kayaknya Tuhan punya maksud lain dari peristiwa gak enak selama bulan puasa ini. Apa? Tuhan mau gue belajar.

Gue gak bilang kami (me and husband) adalah orang-orang pilihan
Tapi entah kenapa kita selalu dihadapkan pada kenyataan bahwa kita harus selalu berada di jalan-Nya. Dan jangan mengikuti arus dunia yang sudah tidak benar. Maaf kata, emangnya gue siapa menentukan benar atau salah? Hidup gue aja belum bener. Tapi, gue hanya merasa bahwa apa yang sudah terjadi di dunia sekarang adalah sesuatu yang sangat tidak pada tempatnya.

Pada saat orang lain lagi sibuk cari duit atau foya-foya sama duit THR di bulan ramadhan ini, gue mah lagi sibuk cari uang buat cek ke dokter. Aseli bukan mau foya-foya. Sudah tidak bisa dibedakan lagi mana yang pintar, mana yang cerdas, dan mana yang mau hidup sederhana. Kayak ada garis tipis antara orang-orang tersebut sampe kita susah membedakan. Hidup sederhana menjadi sebuah mainan. Bukan lagi gaya hidup yang digunakan.

Duh. Kalo gue ngomong begini kayaknya ada sesuatu yang terasa sombong gitu. Tapi gue memang harus bicara. Walaupun hanya curhatan di blog. Salah satu hal yang udah bikin gue gak nyaman adalah, pada saat kita butuh waktu untuk ‘me time‘ dengan teman-teman yang udah lama gak ketemu sekalinya ketemu kita sudah dipisahkan oleh jarak. Jarak yang sepele. Dan jarak yang sebenarnya sangat dekat. You know what? GADGET. And I hate it

Sejatinya teman yang benar-benar dekat dengan setiap orang sekarang itu adalah benda mati. Bukan benda hidup yang di saat kita berbicara banyak hal, ada yang mau memberikan solusi. Ya bukan berarti gue gak butuh gadget ya, butuh banget malah. Tapi tahu tempat lah bok. Udah gede ini, harusnya tahu kapan waktu yang tepat gadget digunakan. Iya deh iya, emang gue siapa berani nasehatin orang banyak. Bukan nasehatin sih, ini cuma sekadar curhat kecil-kecilan gitu 😀

Dan saat yang lain sedang berpesta, aku sedang bekerja di sini
Duduk di sebuah bangku, lalu menulis tentang sejarah …

Advertisements

3 thoughts on “Saat yang lainnya A , aku sedang B …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s