Begitu sulitnya memaafkan …

Gambar

Jika memaafkan begitu mudah, kenapa masih banyak orang yang menyimpan dendam …
Oke. Maksud dari judul blog gue kali ini adalah tentang memaafkan diri sendiri, memaafkan keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang gue mau, dan memaafkan berbagai kesalahan yang pernah dilakukan. Jika amarah meracau dan diakhiri dengan marah pada Tuhan, rasanya terlihat kurang ajar sekali kalo gue menambahkan kalimat memaafkan Tuhan. Karena bukannya kebalik? Jadi, gue pake kalimat memaafkan keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang gue mau.

Gue sadar … (pada akhirnya)

Bahwa apa yang terjadi belakangan ini adalah tentang memaafkan dan keikhlasan. walaupun gue bilang berkali-kali bahwa gue sudah belajar dan berusaha untuk ikhlas, rasanya belum. Rasanya gue masih terlibat di beberapa lingkaran yang memang tidak mengizinkan untuk gue keluar dari sana. Dan imbasnya adalah jasmani yang sakit. Sakit secara tidak kasat mata.

Berulang kali gue bercerita tentang pengalaman sakit, tentang pengalaman kehilangan bayi, tentang pengalaman kemoterapi, di tiga blog aktif yang gue punya. Tapi toh tidak membuat gue move on dari semua yang (menurut gue) sudah berlalu tapi masih menggantung itu. Mungkin gak banyak orang yang sadar bahwa gue masih stuck di tempat yang sama. Belum beranjak. Hanya secara fisik gue terlihat bergerak, padahal pergerakkannya hanya sedikit sekali … Itulah mengapa gue masih berkutat di satu lingkaran yang sama yang tidak berakhir di satu titik akhir.

Intinya, gue MASIH SANGAT MENYESALI kenapa gue kehilangan bayi dan gue gak jadi hamil. Padahal jawabannya jelas. Bayi itu diambil lagi oleh Pemiliknya, Tuhan kita. Tapi gue tutup kuping dan gak mau tahu. And then, kenapa gue harus sakit dan menjalani proses yang sangat panjang. Padahal gue tahu bahwa justru dengan sakit gue menemukan banyak makna kehidupan, bahkan sakit adalah penggugur dosa. Tapi lagi-lagi gue tidak mau tahu. Hingga setiap hari kerjaan gue hanya mengeluh dan tidak mau berterima kasih pada Tuhan. Itulah kesalahannya. I just have not moved on! Inilah jawabannya, tentang move on.

Kalau anak-anak ABG mengaku masih belum bisa move on dari mantan pacarnya, gue mengaku belum bisa move on dari kejadian di masa lalu. Rasanya menyedihkan, bahwa buat gue memaafkan keadaan begitu sulitnya. Sampai gue selalu menyesali atas apa yang sudah terjadi. Hari ini, I’ve read the titik-nol book. Dan di sana ada kalimat tentang menghadapi penyakit. Satu hal yang penting dari pengobatan, MEMAAFKAN … Tentunya dalam bidang yang lebih luas lagi. Memaafkan semua hal yang pernah membuat marah, emosi atau sakit hati. Dan satu-satunya yang masih belum bisa gue maafkan adalah kejadian itu.

Dan mungkin itulah yang membuat gue susah move on, dan juga sulit untuk menerima keadaan yang sekarang. Gue masih sering menengok atau menoleh ke masa lalu. Masa-masa yang berat itu … 😥

Jawabannya sesederhana itu. But over all, gue yakin bahwa Tuhan hanya mencoba untuk mengajarkan. Mengajarkan gue untuk lebih aware dalam memilih sikap dan dalam berfikir serta menghadapi sesuatu. God is teaching me to be strong. As always. Gue sering merasa belum cukup kuat untuk bertahan, untuk pura-pura everything is going oke. Dan Tuhan mengajarkan itu setiap hari. And I’ll always learn to forgive and also sincere. Rasanya belajar matematika menjadi terlihat mudah dibanding belajar memaafkan dan belajar ikhlas …

Advertisements

2 thoughts on “Begitu sulitnya memaafkan …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s