Aku, Malam, Cappucinno, sejarah, dan Tuhan.

Gambar

Rasanya tak ada hubungannya
Diantara kata yang kusebut di bagian judul kali ini

Begini sajalah, tak ada gue malam ini
Mari kita beraku di sebait cerita yang akan kulumpuhkan dengan malam
Aku … dengan kepala penat, tulisan yang belum rampung, dan mata yang perih akibat terlalu banyak melihat ke layar monitor
Lalu malam yang sudah semakin larut
Sebenarnya belum terlalu larut
21.47 belum terlalu larut, aku pun belum ingin memejamkan mata
Tapi biarlah kita sebut saja kalau malam ini sudah larut

Lalu segelas capucinno dingin menemani manisnya bibir dan mengalir deras di tenggorokkan
Segelas kopi susu Torabika dengan es batu apakah bisa dikategorikan sebagai capucinno?
Mari kita resmikan malam ini
Lalu, dengan beberapa cerita sejarah tentang Indonesia
Yang masih kucerna dengan baik mana yang benar dan mana yang palsu
Tapi sayang aku bukan seorang cenayang tangguh, aku tak tahu di mana letak palsunya jika cerita yang kubaca memang benar palsu

Lalu, hadirlah Tuhan di antara kita (tapi bukankah Ia akan selalu hadir?)
Baiklah, temani aku malam ini ya Tuhan …
Diiringi lagu yang mengalunkan bait tentang opera Tuhan
Mendadak aku mengingat-NYA
Mendadak? Laknat sekali aku sebagai hamba-NYA jika mengingat Tuhan hanya sesekali saja
Tapi memang begitulah yang terjadi malam ini

Aku memang tak tahu apa kaitannya diriku, larut dan berlalunya malam yang terus bergulir
Capucinno palsu yang ternyata hanya adopsian dari kopi susu Torabika featuring es batu
Dengan sejarah Indonesia yang banyak dipalsukan
Lalu dengan Tuhan Yang Maha Esa dan Maha segala Maha

Mungkin memang tak ada hubungannya
Tapi mari kita berpura-pura tahu bahwa kata-kata itu memang saling berhubungan
Tapi sebentar! Jangan sambungkan Tuhan dengan kata yang kutulis
Karena Tuhan bukan simbol
Sedangkan diriku, malam, capucinno dan sejarah ini hanya simbol
Simbol yang terpecah tapi sebenarnya saling berkaitan

Ah, sudahlah … jika engkau mulai pusing apa yang kuocehkan
Berdoa saja kepada malam, agar hari esok selalu mendapat yang terbaik
Tapi mintalah kepada Tuhan tentang apa yang Tuhan tahu baik untuk kita
Dan ingatlah untuk tidak sok tahu tentang apa yang terbaik untuk hidup kita

Sudah ya, perutku rasanya melilit gara-gara capucinno
Ia memang tidak terlalu mengenal capucinno dengan baik
Hanya biar terkesan gaya saja menulis sambil ngopi

Selamat malam Tuhan, selamat terkuak sejarah
Mari kita nikmati malam ini bersama …

Saya cuma penulis, tidak lebih.

BDXH8HYCIAAWIqb
Judul yang sederhana dan tidak terlihat penting
Jadi ingat kenapa dulu semasa kuliah gue hanya merasa salah masuk jurusan
Kenapa tidak ada semangat meluap-luap untuk belajar, hanya sebatas mengejar kertas bertuliskan ijazah beserta cap LULUS
Gue sempet bingung, apakah gue tidak normal dengan keinginan yang sama sekali tidak sama dengan kawan-kawan semasa kuliah
Selepas lulus, mereka berani capek dengan ngantri panjang untuk ikut CPNS, seolah gue cuma jadi saksi semangat mereka yang meluap untuk melamar pekerjaan di Bank, kantor-kantor pemerintahan, atau pun perusahaan besar lainnya
Gue pernah ikut mencoba menjadi mereka (bukan mencoba seperti mereka)
Tapi lalu bertanya-tanya ‘Lo ngapain sih di sini?’

And you know what?
Bertanya-tanya lah gue selama bertahun-tahun
Orang bilang kita bekerja harus sesuai passionate, BUT passion gue cuma duit
Kesenangannya gak ada
Gue kerja karena gue butuh duit dan rela berbego-bego di depan atasan demi duit yang masuk ke rekening setiap bulannya

Sampai akhirnya Tuhan memberikan jalan yang sangaaaat panjang dan berliku
Sampailah gue di sini. Di mana?
Di belakang komputer, lagi cari duit dan menulis
And … MYGOD! Di sinilah kesenangan gue, akhirnya I found what I’m looking for
Sampai berhasil menelurkan salah satu buku yang isinya tulisan kompilasi dengan penulis lainnya. Tapi gue bangga, tak peduli seberapa duit yang masuk ke rekening
Karena gue kerja untuk mencari kesenangan, bukan hanya duit
Jadi, saat gue menemukan kesenangan itu gue juga dapet bonus duit (anggap aja begitu)

Jadi, intinya saya hanya penulis. That’s all
Orang bilang juga, kalau penulis itu ya siap miskin
Kalau orientasinya bukan uang gue percaya bahwa kesenangan itu malah akan didapat tanpa kita mencari
Uang? Bukannya gue gak butuh. Tapi anggep aja itu bonus lah ya

Dan? Jadi terkenal. Hahaha. Kidding Masbro. Itu mah nomor sekian dari sekian

So, gue bangga sih walaupun nggak kerja kantoran, masih minta duit ke suami, tapi gue dapet kesenangan juga. Haha. Life is GOOD 🙂

Bermodalkan suara untuk bisa makan nasi

IMG00697-20130923-1928

 

Di tengah jalan dan di tengah hiruk pikuk suara klakson mobil, motor, teriakan KAMPRET!!! Teriakan “AN****”, dan orang-orang berlalu lalang yang juga hidup di jalanan buat cari makan gue gak sengaja menemukan anak perempuan kecil, cantik dan polos ini.

Dia datang berdua dengan teman perempuannya, yang satu bawa kecrekan dan anak ini bawa gendang untuk ditabuh. Sebut saja namanya Mini. Padahal Mini cantik, kalo ditanya ‘Mini, udah gede mau jadi apa?’ dia pasti langsung jawab ‘Artis donk mini kan cantik bisa nyanyi pula. Siapa tahu bisa kayak Mbak Zaskia Gotik.’ Hihi. Itu sih imajinasi gue doank.

But, no! Anak kecil berwajah cantik nggemesin dan memakai jaket kulit bersih dan masih bagus itu tidak kelihatan seperti pengamen cilik. Gue menganggap dia lagi kerja, cari duit, malem-malem, di tengah keributan jalanan yang tak pernah habisnya. Gak tahu juga ya, mungkin si Mini menikmati hidupnya, menyukai kehidupan jalanan, senang menyanyi, dan dapet uang dari ngamen walaupun mungkin udah dipotong sekian persen sama bosnya. Gak tahu lah. Tapi gue yang ngeliatnya kasian aja. Malem-malem gitu masih kerja, gak peduli cuma dikasih duit recehan atau sekadar senyum dan kata ‘maaf’. Dia merasa dia perlu makan, lalu menyanyi. Atau dia harus menyanyi karena perlu makan? Bisa jadi bisa jadi 😀

waktu seumur dia, malem-malem gitu gue lagi belajar matematika diajarin papa. Belajar ngerjain PR atau lagi asyik baca majalah bobo. Mana ada gue mikir besok makan apa terus gue musti kerja. Semua sudah disediakan dan diatur sama orang tua. Biar mereka lah yang mikir, gue mah tugasnya sekolah aja. Bukankah begitu? Tapi dia lain. Gue harus nyanyi biar bisa makan. Atau gue pengen makan jadi harus nyanyi. Yah. Seperti itulah.

Dan ironisnya lagi, coba bandingkan hidup si Mini dengan #KidNowadays . ‘Mam, aku mau ganti BB donk yang lain BBnya udah canggih-canggih.’ atau ‘Mam, beliin android donk. Temen-temen di sekolah udah punya path masa aku gak punya!’ Iya nggak sih? 😀

So’, dear Mini … mau lo jadi pengamen cilik kek mau lo jadi penyanyi beneran kek mau lo cuma sekolah doank dan setelah jadi ABG gonta ganti pacar karena lo cantik kek, terserah. Yang penting, ingatlah satu hal. Bersyukur. Bersyukur lo bisa cari duit dari kecil di lampu merah malem-malem dibanding #KidNowadays yang cuma mengenal gadget. Bersyukurlah. Karena gak ada manusia yang hidupnya baik-baik aja. Betapa pun KAYA-nya dia. Teruslah bernyanyi, siapa tahu gedenya bisa punya goyang angsa nyaingin Zaskia gotik. Hihihi 😛