Finnaly! God is answer my pray :””

Berasa udah ratusan taun gak update blog. And here we goooo again 😀
Gue udah kayak anak TK nemu permen kesukaan di mang-mang yang jualannya ogah-ogahan (apalah!) Haha. And I’ll write something again. Sorry kalo bosen sama curhatan gak penting gue yang disangkutin di blog ini. But, I really want to tell you everything now 😉

Setelah ngebahas tentang sakit, rumah sakit, kemoterapi, and all about lost the baby. Akhirnyaaaaah. Hari ini gue ingin ngebahas tentang my-new-pregnant. Hmmm, sebenernya terkesan sombong sih ya kalo gue mbahas tentang kehamilan kedua ini. After I lost my baby on my first pregnant. Dan semenjak kejadian panjang itu gue jadi males cerita-cerita kalo gue lagi hamil sebenernya. Kenapa males? Menurut gue, cerita kehamilan itu adalah hal yang sangat harus disyukuri setiap hari. Bukan untuk diedarkan setiap hari kayak kampanye 😀 *For me, yang pernah merasakan kehilangan. And then, kehamilan ini sudah masuk ke bulan ke-5 Alhamdulillah. Doakan semoga semuanya lancar sampai waktunya dia lahir nanti. Amin Ya Rabb 🙂

Waktu pertama tahu gue hamil, rasanya pasti gak percaya. Dan masih bertanya-tanya apakah ini nyata. Sampe gak mau pake testpack segala, dan ingin langsung periksa ke dokter. Sampe dokter bilang yess u’re pregnant baru gue percaya (sedikit) 😀
Bukan gak mau hamil, bukan juga tidak bahagia dengan kehamilan ini. Tapi gue masih gak percaya aja kalo Tuhan kasih gue amanah secepat ini. Dan kenapa gue bilang cepat? After chemo, ada kali sekitar 10 bulan kemudian gue dikasih baby di dalam perut. Oh, My! Gue gak pernah berfikir sedikit pun bahwa Tuhan akan kasih sekarang-sekarang. Bahkan, bodohnya gue. Gue sempet galau, gue takut akan kesehatan gue. gue juga takut akan kesehatan my baby inside. Seperti yang pernah gue bilang, kehamilan ini rasanya sangat menakutkan. Sampe akhirnya suami dan keluarga meyakinkan, bahwa ini hadiah dari Tuhan. Dan ini sudah menjadi keputusan baiknya. Bukankah hidup itu memang tentang ketidakpastian? Jadi apa lagi yang harus ditakutkan. Akhirnya gue berhenti galau dan tak henti berdoa untuk minta kesehatan dan kelancaran. Bahkan gue langsung kayak bikin komitmen sama anak gue. Nak, mari kita berjuang bersama selama 9 bulan ke depan. Selain itu, gue pun menyiapkan mental untuk banyak hal termasuk hal-hal buruk. Karna gue pernah merasakan yang namanya kehilangan, gue berusaha untuk selalu siap akan setiap keputusan baik Tuhan. Dan gue meyakinkan diri sendiri, bahwa sebanyak apapun kendala yang gue dapat saat hamil kalo Tuhan mengizinkan anak ini lahir dengan sehat ya begitulah dia akan lahir dengan sehat. So’ whatever will be, it will be

Sedikit flashback ke masa lalu, waktu gue mati-matian ingin punya anak tapi gue malah harus dihadapkan pada sekelumit kenyataan pahit tentang penyakit lengkap dengan pengobatannya gue malah keukeuh sama Tuhan. Bahkan gue gak sabar and I blame God. Curse me please! Tapi seiring dengan berjalannya waktu, gue mencoba untuk move on dari masa lalu yang buruk tapi berharga itu. Gue berusaha untuk menerima kenyataan dengan ikhlas. Ya intinya itu sih ya. Dan saat menjalani proses itu tentunya gak mudah. Sampe akhirnya gue berada di titik pasrah. Kapan pun Tuhan akan memberi gue anak lagi, gue serahin semuanya sama Tuhan. Gue berhenti keukeuh. Dan sedikit demi sedikit gue mulai bisa menerima kenyataan pahit di masa lalu. walopun belum sepenuhnya. Tapi justru di titik menerima itulah Tuhan memberi gue amanah yang harus gue jaga ini. Thats why, gue enggan berkoar di media tentang kehamilan ini. Bahkan gue gak bilang sama orang kalo orangnya gak nanya. Buat apa? Rasa syukur gue lebih besar daripada rasa bangga. Lagian apapula yang mau dibanggakan dari kehamilan? Nope. Ini semua berkat Tuhan, dan bayi yang gue kandung ini pun milik Tuhan. Jadi gak ada yang namanya bangga 🙂

Sekarang dedek bayi udah mulai aktif geraknya. Dan gue sedang sangat menikmati kehamilan ini. Rasa bahagia ini sudah berubah menjadi rasa syukur yang tak terhingga pada Tuhan. Tapi, lain dengan ibu-ibu hamil lainnya yang lebih besar akan rasa bahagia mau punya anak, gue lebih ke rasa lega aja. Tiap bulan, tiap keluar dari ruang kontrol dan dokter bilang gue and the baby inside sehat rasanya kayak baru keluar dari ruang ujian. Dan sekarang udah bulan ke 5, masih ada 5 kali ujian lagi yang harus gue lewatin. Dan gue juga bersyukur sama Tuhan, karena Tuhan ikut menjaga dan memelihara anak di dalam perut ini. So’ hopefully everything is going oke. Amin Ya Rabb. Tuhan, terima kasihku sungguh tak terhingga. Apa yang Kau berikan sungguh melimpah. Kupasrahkan semuanya pada-Mu. Terima kasih untuk berkah yang luar biasa ini. Nak, sehat selalu ya. kita akan ketemu sekitar 4 bulan lagi. Cant wait to see you. And you know that me and your Papa is always lovin you :*

We love You also, God. My Allah SWT 🙂

images (1)

Advertisements