Seeing my book on book shop? OH! My dream comes TRUE!!!

Advertisements

Rumus sederhana hidup itu, menerima

hidupsederhanabykatie

Hi! I’m back! 😀

Gue pengen ngebahas dikit tentang arti menerima. Yang kadang banyak diabaikan oleh banyak orang.
Ngeliat dari berbagai kejadian di sekeliling gue yang kadang gak sesuai dengan keinginan atau harapan kita, kadang bikin kita jadi gak bisa nerima kenyataan dan apa yang udah Tuhan kehendaki.
Duh, bijak banget gak sih itu kalimat yang gue bikin :p
Contohnya gini deh, saat kamu lagi harap-harap cemas nunggu jawaban dari Perusahaan tempat kamu melamar kerja ternyata jawabannya gak sesuai sama harapan. Nah itulah yang gue maksud dengan menerima di sini. Menerima apa yang memang sudah diatur oleh Sang Maha Pengatur.

Jujur, gue termasuk orang yang suka gak mau terima atas apa yang sudah Tuhan kehendaki. I means dalam bidang apapun ya. Tapi gue bener-bener belajar tentang arti sebuah menerima waktu pada akhirnya gue hamil. You know what? Dulu, gue sempet marah-marah dan protes sama Tuhan akan kehendak Dia dan segala hal yang sudah Dia putuskan. Gue ngerasa jadi orang yang paling sial dan bernasib buruk. Emang kejadian di hidup gue itu gak mudah dan gak gampang diterima. Gue banyak kehilangan ini itu, dari mulai harta benda sampe jasmani. Gue lelah untuk terus meminta sama Tuhan. Sedangkan gue gak sadar saat itu kalo inti dari ujian Tuhan kemarin itu bukan tentang meminta tapi justru tentang menerima. Toh pada akhirnya Tuhan mengizinkan gue hamil. Tentunya Dia menentukan dengan cara yang tepat, Tuhan tidak pernah salah, tidak pernah melenceng sedikit, tidak pernah gagal, dan selalu tepat sasaran. So’ waktu yang sudah Tuhan tentukan untuk menitipkan bayi mungil di rahim gue pun sebenernya udah ditentukan dengan sangat matang. Dan siapa gue berani-beraninya ikut campur dalam apa yang sudah Tuhan putuskan?

Dan hal lainnya yang patut gue syukuri adalah, kehamilan yang ke2 ini bisa dibilang minim kendala. Bayangkan! Tuhan bukan hanya memberi apa yang gue mau dan apa yang gue minta. Tapi Dia juga ngasih bonus kelancaran dan kemudahan. Oh, God thats why I love You so much. Jadi, saat ada beberapa masalah atau hal yang gak sesuai dengan apa yang gue mau gue langsung inget. Bahwa gue percaya Tuhan sudah menyiapkan waktu yang tepat. Nunggu waktu yang ditetapkan Tuhan itu emang random ya, tapi kan namanya hidup emang tentang ketidakpastian bukan? Dan disitulah indahnya hidup.

Gue sering mikir, beda antara optimis sama berharap lebih itu tipis banget. Dan kadang kita sebagai manusia biasa sulit membedakannya. Banyak orang yang bilang kan kalo kecewa itu datang saat kita berharap terlalu besar. Inilah kenapa gue belajar untuk tidak pernah berharap lebih akan segala sesuatu yang terjadi di hidup gue. Kalo pada akhirnya gue mendapatkan apa yang gue mau itu, anggap aja itu bonus. Sebaliknya, kalo apa yang diharapkan itu tidak sesuai harapan disinilah gue harus belajar untuk menerima. Banyak sih sebenernya contoh yang bisa melambangkan arti menerima itu. Tapi intinya, saat kita menerima APAPUN yang sudah ditentukan Tuhan buat kita hidup terasa jauh lebih mudah. Dan buat gue, itulah rumus sederhana hidup yang harus kita jalankan kalo mau hidup kita going easy dan gak ribet.

Menerima segala sesuatu yang tidak kita harapkan itu emang gak mudah. Banget!
Tapi saat kita menerima itu artinya kita sudah percaya bahwa semuanya sudah diatur oleh Sang Maha Pengatur. Toh pada akhirnya kita pun mengakui, bahwa apa yang sudah digariskan Tuhan itulah yang baik buat kita. Sama halnya dengan saat gue hamil ini, akhirnya gue sadar bahwa Tuhan tahu inilah saat yang tepat untuk menitipkan bayi mungil di rahim gue karena mungkin gue udah siap. Kesiapan itulah yang belum gue punya dulu, thats why gue harus melewati lika liku dulu untuk bisa punya anak lagi.

Sekarang, setiap gue berusaha buat menerima apa yang nggak gue suka gue meyakinkan diri aja bahwa nanti akan ada saatnya gue justru mensyukuri apa yang sudah Tuhan pilihkan. Udah deh intinya gitu aja, kalo mau bahagia gak usah mikir yang ribet-ribet. Dan berpikirlah sesederhana mungkin 🙂

Yuk, belajar menerima keadaan 😉

Rahasia Yahudi Pintar

Mereka pintar karena mereka sadar, otak yang diberikan oleh Tuhan itu memang harus digunakan untuk berpikir cerdas. Tapi, bukan masalah apakah orang-orang yahudi itu pintar atau tidak. Namun kitalah sebagai seorang muslim yang harus menggali lebih dalam tentang cara hidup orang islam yang justru diikuti oleh orang yahudi. Tanpa sadar, cara hidup islam yang sudah seharusnya kita lakukan dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari ini sudah digeserkan dan dialihkan ke cara hidup yang salah. Kita dan orang-orang yahudi sama-sama diciptkan otak oleh Tuhan. Jika mereka bisa menggunakannya dengan cara yang cerdas, mengapa kita tidak?

Kumpulan Artikel Penuh Inspirasi

Artikel DR Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit disana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?” Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas dibenaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk PhD-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir 8 tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami. Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa…

View original post 999 more words

Sempatkan Waktumu untuk Baca Artilel ini dan Renungkan

Itulah alasan kenapa kita harus cerdas sebagai perempuan. Agar bisa memilih milah mana yang harus dilakukan dan mana yang jangan dilakukan. Perempuan disebut sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia, lalu bagaimana caranya kita berterima kasih pada Tuhan karena sudah menciptakan kita adalah dengan menjadi seorang perempuan yang disukai Tuhan. Bukan disukai oleh masyarakat atau orang banyak 🙂

Kumpulan Artikel Penuh Inspirasi

Ini adalah curhatan seorang  penulis dan wartawan AS,Joana Francis, Perempuan Nasrani berkebangsaan AS ini mengungkapkan isi hatinya dalam situs “Crescentand the Cross” tentang kekagumannya terhadap wanita muslimah di Libanon atas serangan Israel pada perang 2006. Ini bisa jadi cerminan semua muslimah untuk bangga dengan agamanya dan selalu memuliakannya ,serta banga tas identitasnya sebagai perempuan muslim.

” Kepada Saudariku Para Muslimah”

“Di tengah Serangan israel ke Lebanon  dan “perang melawan teror” yang di propagandakan zionis,dunia islam kini menjadi pusat perhatian di AS.Aku Menyaksikan pembantaian,kematian kehancuran yang menimpa rakyat Libanon, tapi aku juga melihat sesuatu yang lain,Aku melihat kalian (Para Muslimah ).Aku menyaksikan perempuan-perempuan yang membawa bayi atau anak-anak yang mengelilingi mereka.Aku menyaksikan bahwa meski mereka menggunakan pakaian yang sederhana,Tetapi kecantikan mereka tetap terpancar dan kecantikan itu bukan sekedar kecantikan fisik semata. Aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku,aku merasa iri. Aku merasa gundah melihat kengerian dan kejahatan perang yang dialami rakyat…

View original post 930 more words