The Miracle of Pregnant

mtf_CCCMk_135.jpg

 

Arkan Alkhairy Mahdi (Baby Alkha)

 

Berhubung maksimal 500 kata, langsung cerita aja ya. Soalnya cerita ini masih muat untuk satu episode ๐Ÿ˜€

Buat sebagian besar wanita, hamil & melahirkan menjadi suatu harapan besar. Tapi, buatku hamil & melahirkan menjadi sebuah momok yang menakutkan. Sebulan setelah menikah, aku hamil. Bangga donk! Impian terwujud dengan mudahnya. Muntah setiap hari menjadi rutinitas yang mengasyikan. Masa bodoh dengan mual-mualnya. Pokoknya aku bahagia.

Tapi ternyata, Dokter mendiagnosa aku terkena hamil anggur. Jangan tanya rasanya, rasa bangga & bahagia tiba-tiba lenyap. Dan aku harus menjalani kuretase. Tapi jika ceritaku selesai sampai di situ, mungkin ceritanya menjadi biasa. Setelah proses kuretase, aku mengalami pendarahan hebat terus menerus. Diagnosa kedua, aku terkena tumor trofoblas ganas (efek dari hamil anggur) yang perbandingannya 1:100 untuk para ibu yang terkena hamil anggur. Alias jarang terjadi.

Jika Tuhan mendidik para Ibu di luar sana dengan memberi bayi yang lucu, aku sebaliknya. Tuhan mendidikku dengan cara lain. Dengan caraNya. Setelahnya, aku harus menjalani kemoterapi karena itu satu-satunya pengobatan. Demi ingin punya anak lagi, baiklah aku rela (walaupun harus menangis hampir setiap hari). Selama 4 bulan aku menjalani kemoterapi, tak peduli dokter bilang ini jenis kanker paling ringan dengan dosis obat kemo paling kecil. Rasanya tetap saja menyakitkan. Aku harus rela kehilangan rambutku, kulit menghitam, berat badan merosot turun.

Setelah kemoterapi selesai, kukira perjuanganku untuk bisa hamil kembali sudah selesai. Di pertengahan, hasil lab memburuk. Tapi kondisi kesehatanku berangsur membaik. Kehamilanku terpaksa harus dipending lagi karena hasil lab (yang terbilang akurat) memburuk. Akhirnya, aku dan suami memutuskan satu hal penting. Kami menyerahkan semuanya pada Tuhan. Pengobatan medis hingga doa yang tak putus sudah dikerahkan. Jadi, hasil apapun kami serahkan pada Tuhan. Di sinilah aku mulai belajar ikhlas.

Sembilan bulan pasca kemoterapi, Tuhan kembali memberiku kejutan. Aku hamil. Kamu tahu? Hampir semua orang terkejut. Masa bodoh dengan hasil lab yang kurang baik. Tuhan sedang menunjukkan kebesaranNya. Tuhan menjawab doa-doaku. Yang lebih ajaibnya lagi aku & anakku sehat. Kini ia berumur 3 bulan, gemuk dan yang penting sehat. Aku percaya ia akan menjadi laki-laki yang kuat. Jalan yang kulalui tidak semulus jalan tol, sebelum benar-benar punya anak aku kharus rela berkawan dengan penyakit, rahimku harus dihentam oleh obat-obat kemo, dan kesabaranku diuji habis-habisan. Tapi Tuhan memang Maha Ajaib. Dengan cara inilah Ia mengajarkanku kuat. Dan dengan cara itu pula Ia mengajarkanku bersyukur & menerima bahwa semua yang kupunya adalah milikNya. Bahkan helai-helai rambut yang menempel di kepalaku pun adalah milikNya. Kini, hamil & melahirkan berubah menjadi berkah buatku. Bukan lagi hal yang menakutkan.

Akhirnya aku mengerti, setiap wanita punya ceritanya masing-masing saat berjuang menjadi seorang ibu. Aku salah satunya. And I’m a proud of my pregnancy story ๐Ÿ™‚

Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Hamil dan Melahirkan ala Bunda Salfa.

Banner-Sponsor

Advertisements

2 thoughts on “The Miracle of Pregnant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s