Cerita tentang si perasaan dan si logika.

image

Mungkin kamu bosan dengan postinganku akhir-akhir ini di beberapa sosmed yang lagi-lagi ngomongin si #1Perasaan3Logika . Demi masa depan sih, masa depan penjualan buku. Haha. Kidding! 😝 #AbaikanSaja .

Oke. Back to topic. Aku gak pinter bikin review novel atau buku apapun yang pernah aku baca. Dan belom pernah nyoba juga sih 😁 Tapi izinkanku untuk sekali ini saja menceritakan isi novel #1Perasaan3Logika ini. Secara sejarah kenapa novel ini terbit mah udah pernah diulas ya. Itu loh yang nunggunya lama bennneeerrr sampe 10 taunan 😆

Novel perdanaku ini menceritakan tentang seorang perempuan bernama Alena. Gadis 24 tahun yang punya karakter agak nyeleneh, berani, tapi melankolis dan agak alay ini *halah sedang mengalami fase jomblo dalam hidupnya selama 2 tahun. Setelah putus dengan seorang cowok asal Bali bernama Made yang sayangnya harus putus karena perbedaan agama.

One day, seorang cowok bernama Ganesa yang datang tiba-tiba di kantornya membuat hidupnya berubah. Hidup Alena mulai drama kayak sinetron. Ganesa adalah anak dari pemilik perusahaan tempat ia bekerja yang datang ‘menyamar’ sebagai Supervisor di perusahaan ayahnya itu untuk menguak kecurangan yang terjadi di sana. Alena kurang suka pada cowok ganteng ini karena menurutnya cowok ini judes, galak, egois dan seenaknya. Apalagi pas Ganesa tiba-tiba memutuskan Alena menjadi sekretarisnya setelah Alena susah payah meniti karirnya dan baru sekitar sebulan ini menjadi Quality Control.

Alena bahkan berani ‘menyerang’ Ganesa saat Ganesa memutuskan ia turun jabatan menjadi sekretaris seperti sebelum menjadi QC. Ganesa pun terpaksa menceritakan misinya agar Alena mau bekerja sama. Menjadi boss dan sekretaris membuat mereka jadi lebih sering bertemu, menghabiskan waktu bersama, dan saling mengenal. Hingga Alena mulai jatuh cinta pada sosok boss yang awalnya ia benci.

Di saat yang sama, Made mantan terindah Alena datang kembali untuk mengabarkan pernikahannya. Made datang menemui Alena untuk make sure bahwa ia sudah tak mencintai Alena lagi. Tapi ia salah, saat bertemu ternyata Made masih mencintainya seperti dulu. Made pun mengambil keputusan untuk membatalkan rencana pernikahannya yang ia anggap sepihak karena perempuan itu adalah pilihan ibunya. Semata-mata demi Alena. Bahkan Made berani untuk satu keyakinan dengan Alena jika Alena mau kembali padanya. Sayangnya, Alena sudah terlanjur jatuh cinta pada cowok ganteng di kantornya.

Dion. Salah satu teman kantor Alena yang sudah ia anggap musuh bebuyutan, ternyata diam-diam naksir Alena. Ia selalu ingin berada satu level di atas Alena karna buatnya, laki-laki harus lebih unggul dari wanita. Dan jika Alena berhasil jadi miliknya, Dion harus punya jabatan lebih dari Alena.

Ceritanya semakin rumit saat ada beberapa orang di kantornya yang tidak mau Ganesa berhasil menguak kecurangan tersebut. Hingga mereka mencari cara untuk memisahkan Ganesa dan Alena dengan cara menceritakan ‘kebohongan’ hubungan mereka pada Pak Oscar ayah dari Ganesa. Pak Oscar yang tidak mau anaknya berpacaran/menikah dengan siapapun kecuali dengan Malika model indo jerman yang kebetulan adalah anak dari sahabatnya itu marah besar dan menganggap Ganesa mengkhianati Malika. Ganesa pun dipisahkan dengan Alena.

#1Perasaan3Logika . Hanyalah simbol dari laki-laki dan perempuan. Katanya perempuan itu dominan dengan perasaanya dan laki-laki dominan dengan logikanya. Maka anggap saja #1Perasaan3Logika ini adalah 1 perempuan yang dicintai oleh tiga laki-laki di waktu yang sama.

Apakah Alena akhirnya berhasil menguak kecurangan di kantornya? Apakah ia siap bersaing dengan Malika untuk mendapatkan cinta Ganesa? Atau ia akan kembali pada Made? Kasih tau jangaaaannnn yaaaa 😆😝

Kalo penasaran mending langsung cuzzz ke toko buku dan beli bukunya. Hihi. Promo PHP banget sih gue 😂

Fyi aja, novel ini aku bikin di umur 24 sesuai dengan umur Alena. Jadi harap maklum kalo banyak kalimat alay dan karakter si Alena ini gak sebijak yang diharapkan sesuai dengan usianya. Sempet minder sih, bukuku ini harus terbit dan bersaing dengan buku-buku lain yang lebih ‘enak’ dibaca 😅 tapi sudahlah, buku itu masalah selera bukan? Dan bukan tentang suka atau tidak suka. Tapi ini tentang menulis. Dan aku akan tetap menulis sampai mati (oke. Ini udah mulai drama 😂) tapi percayalah kalo kalimat barusan itu nyata dan gak gombal *aiihh

So’ yuk kita ke toko buku dan beli novelnya. Mau pinjem aja sama yang udah beli? Gak masalah. Asal jangan minta sama penulisnya ya. Hahaha 😂😂😂

Advertisements

Setelah lima tahun …

image

Career woman.
Dua kata ajaib itulah yang gue bayangkan lima tahun yang lalu. Saat itu tahun 2009, masih masa-masanya alay, masih masa-masanya mencari identitas diri (seolah-olah gue gak punya KTP 😂).
Dan dengan pedenya, di masa itu gue kayak bikin janji sama diri sendiri kalo di lima tahun mendatang gue sudah jadi sesuatu *bukan jargon syahrini betewe* 😅
Entahlah yang dimaksud sesuatu di sini apa. Tapi karna saat itu gue lagi rajin cari kerja dan gak terbersit sedikit pun di pikiran gue bahwa jadi ibu rumah tangga itu adalah satu dari sedikit cita-cita, maka pilihan berkarir adalah bayangan samar dari sesuatu yang gue maksud.

Day by day, tahun demi tahun pun berlalu. Gue kayak dikejar deadline, tiap tahun remind myself. Hayoloh udah mau lima tahun mau jadi apa. Tapi gue masih santai dan tidak melakukan sesuatu yang spekta. Saat bekerja pun, gue gak ngerasa punya karir cemerlang. So hidup gue pun ya biasa aja. Dijalanin kayak air mengalir. Tapi tanpa gue sadari, waktu merambat cepat kayak pohon anggur. Tahu-tahu udah taun 2014 aja. Dan gue malah cengar cengir sendiri, and I’m asking to myself. Hey, kok lo belom jadi apa-apa. Sampe akhirnya gue melupakan janji-janji palsu di masa lalu bak pejabat pemerintah yang mendadak lupa apa saja yang mereka katakan saat kampanye.

Ya sudahlah, kadang janji sama orang lain aja susah ditepati apalagi sama diri sendiri. Tapi, beberapa hari yang lalu gue mendadak inget sama janji itu. Dan pas lihat tahun, Hey! Lima tahun sudah berlalu ternyata. And you know what? I found something.

Ternyata.
Gue memang belum jadi apa-apa, bahkan siapa-siapa. Tapi gue bangga dengan pilihan gue sebagai ibu rumah tangga (please jangan bandingkan dengan karir woman karna itu di luar konteks). Gue bangga sudah jadi istri dari seorang laki-laki macho yang punya tanggung jawab penuh sama keluarga, gue bangga sudah jadi seorang ibu dari anak kecil umur setaun yang ganteng, cerdas dan pinter (plus gak bisa diem 😂), dan gue bangga sudah menerbitkan buku yang gue tulis sejak lama.

Ternyata.
Tuhan memang menjadikan gue sesuatu. Tapi bukan career woman yang nenteng tas hermes ori sesuai bayangan gue di masa lalu (it so drama queen emang 😅😄). Tapi gue sudah jadi sesuatu versi kebanggaan gue dan sesuatu yang menurut Tuhan sudah yang paling baik buat gue. I’m happy. Dengan pemikiran yang lebih dewasa kini, dengan pilihan-pilihan hidup yang gue ambil, ternyata gue sudah jadi sesuatu.

Mungkin sesuatu bagi orang lain itu adalah limpahan materi. Which is udah punya ini udah punya itu (sorry to say soalnya kebanyakan sih gitu). But for me, punya rutinitas dan kesibukan seorang ibu dan seorang istri adalah sesuatu. And I’m trully happy 😍

I get morning hectic everyday. Belom mandiin anak, masak sebelum suami pergi kerja, nyiapin makanan anak, beresin rumah. Wow! Itu melelahkan. Dan membahagiakan luar biasa. Belum lagi bisa menerbitkan karya yang udah ditunggu-tunggu sepuluh tahun lamanya. Walau misalnya buku gue gak masuk rak bestseller, atau gak terlalu banyak yang suka its fine. Karna buat gue, itu adalah prestasi dan pencapaian yang luar biasa. And I love it 😍

Lima tahun sudah berlalu. Dan ternyata aku sudah melewatkan banyak kisah yang membuatku kuat. Tapi yang terpenting, ternyata aku bahagia dengan cerita hidupku …

Tak lupa. Terima kasih Tuhan. Terima kasih atas ‘sesuatu’ ini 😍😍💜