Setelah lima tahun …

image

Career woman.
Dua kata ajaib itulah yang gue bayangkan lima tahun yang lalu. Saat itu tahun 2009, masih masa-masanya alay, masih masa-masanya mencari identitas diri (seolah-olah gue gak punya KTP 😂).
Dan dengan pedenya, di masa itu gue kayak bikin janji sama diri sendiri kalo di lima tahun mendatang gue sudah jadi sesuatu *bukan jargon syahrini betewe* 😅
Entahlah yang dimaksud sesuatu di sini apa. Tapi karna saat itu gue lagi rajin cari kerja dan gak terbersit sedikit pun di pikiran gue bahwa jadi ibu rumah tangga itu adalah satu dari sedikit cita-cita, maka pilihan berkarir adalah bayangan samar dari sesuatu yang gue maksud.

Day by day, tahun demi tahun pun berlalu. Gue kayak dikejar deadline, tiap tahun remind myself. Hayoloh udah mau lima tahun mau jadi apa. Tapi gue masih santai dan tidak melakukan sesuatu yang spekta. Saat bekerja pun, gue gak ngerasa punya karir cemerlang. So hidup gue pun ya biasa aja. Dijalanin kayak air mengalir. Tapi tanpa gue sadari, waktu merambat cepat kayak pohon anggur. Tahu-tahu udah taun 2014 aja. Dan gue malah cengar cengir sendiri, and I’m asking to myself. Hey, kok lo belom jadi apa-apa. Sampe akhirnya gue melupakan janji-janji palsu di masa lalu bak pejabat pemerintah yang mendadak lupa apa saja yang mereka katakan saat kampanye.

Ya sudahlah, kadang janji sama orang lain aja susah ditepati apalagi sama diri sendiri. Tapi, beberapa hari yang lalu gue mendadak inget sama janji itu. Dan pas lihat tahun, Hey! Lima tahun sudah berlalu ternyata. And you know what? I found something.

Ternyata.
Gue memang belum jadi apa-apa, bahkan siapa-siapa. Tapi gue bangga dengan pilihan gue sebagai ibu rumah tangga (please jangan bandingkan dengan karir woman karna itu di luar konteks). Gue bangga sudah jadi istri dari seorang laki-laki macho yang punya tanggung jawab penuh sama keluarga, gue bangga sudah jadi seorang ibu dari anak kecil umur setaun yang ganteng, cerdas dan pinter (plus gak bisa diem 😂), dan gue bangga sudah menerbitkan buku yang gue tulis sejak lama.

Ternyata.
Tuhan memang menjadikan gue sesuatu. Tapi bukan career woman yang nenteng tas hermes ori sesuai bayangan gue di masa lalu (it so drama queen emang 😅😄). Tapi gue sudah jadi sesuatu versi kebanggaan gue dan sesuatu yang menurut Tuhan sudah yang paling baik buat gue. I’m happy. Dengan pemikiran yang lebih dewasa kini, dengan pilihan-pilihan hidup yang gue ambil, ternyata gue sudah jadi sesuatu.

Mungkin sesuatu bagi orang lain itu adalah limpahan materi. Which is udah punya ini udah punya itu (sorry to say soalnya kebanyakan sih gitu). But for me, punya rutinitas dan kesibukan seorang ibu dan seorang istri adalah sesuatu. And I’m trully happy 😍

I get morning hectic everyday. Belom mandiin anak, masak sebelum suami pergi kerja, nyiapin makanan anak, beresin rumah. Wow! Itu melelahkan. Dan membahagiakan luar biasa. Belum lagi bisa menerbitkan karya yang udah ditunggu-tunggu sepuluh tahun lamanya. Walau misalnya buku gue gak masuk rak bestseller, atau gak terlalu banyak yang suka its fine. Karna buat gue, itu adalah prestasi dan pencapaian yang luar biasa. And I love it 😍

Lima tahun sudah berlalu. Dan ternyata aku sudah melewatkan banyak kisah yang membuatku kuat. Tapi yang terpenting, ternyata aku bahagia dengan cerita hidupku …

Tak lupa. Terima kasih Tuhan. Terima kasih atas ‘sesuatu’ ini 😍😍💜

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s