I love ‘on this day’ application on facebook 👌

image

Kenapa aku menamakan diriku si pengingat kenangan. Kenapa bukan si penikmat kopi, si perempuan senja, atau si pecinta hujan. Kenapa?

Karena aku suka kenangan. Kenangan itu hidup. Bahkan kehidupan juga kenangan. Ketahuilah bahwa kenangan bukan bagian dari masa lalu, tapi justru bagian dari kehidupan. A whole life. Logikanya sih begitu.

Dan saat aku menemukan aplikasi on this day di facebook, aku seperti sedang hura-hura dengan kenangan. Dengan bagian dari masa lalu. Buatku, tak ada kenangan yang hilang. Bahkan tak kan pernah ada. Yang ada, kenangan yang terlupakan. Karena kapasitas otak manusia sangat terbatas dalam hal mengingat kenangan. Coba saja kau ingat kembali saat baru tiba di dunia, seperti apa dunia di matamu? Tentu saja kita tak akan pernah ingat.

Thats why I love take a pic (kata lain dari banci foto 😜), karena dengan foto kita tetap bisa menjaga ingatan kita tentang kejadian di hidup kita, agar tetap hidup. And when I found this application, aku jadi rajin buka aplikasi tersebut setiap hari. Niaaatt banget 😅

Whatever, but I’m happy on it. Kadang jijik pas baca status di enam tahun yang lalu. Selain bahasanya alay, isi statusnya juga caperrr bangeett. Hahaha. Keliatan banget tebar pesonanya. Tapi kadang juga ketawa, I feel so amazing. Aku di masa lalu bisa bikin 5-6 status dalam 1 hari. Yang lebih amazing lagi temen-temen facebook yang masih mau temenan liat statusĀ² alay itu dan bertahan untuk nggak nge-unfriend. Hahaha.

Tapi yang paling bikin aku terharu dan tenggelam dalam kenangan sampe baper adalah status-status dari awal kenal sama suami sampe pacaran dan sampe nikah. Duh. Yang awal-awal kenal itu lucuk banget. Masih malu-malu sok-sok baik dan saling tebar pesona. Ingatanku jadi melayang ke masa itu. Masa di mana terlalu banyak pergolakan & pertentangan dari orang-orang di sekeliling kami. Bahkan ada beberapa yang meramalkan bahwa hubungan kami gak akan berhasil, dan gak akan tertuju ke tempat manapun. Rasanya malah lucuk. Seolah-olah mereka Tuhan yang Maha Tau tentang tujuan hidup kami.

Di masa itu, aku memohon pada Tuhan agar Tuhan selalu mengirimiku stock kuat. Agar Tuhan tak pernah lupa menyisipkan bahagia pada kami. Dan agar apa yang diramalkan orang-orang tak pernah terjadi. Ternyata memang Tuhan mengabulkan semua doaku. Dulu, saat menjalani semua yang sulit di awal perkenalan kami, aku berderai air mata setiap hari. Tapi saat aku membuka kembali folder ingatanku tentang hari itu, aku malah rindu. Rindu pada masa-masa indah itu. Kenapa kusebut indah? Karena justru di masa itulah kami belajar tentang arti perjuangan dan sebuah kerelaan dalam berkorban.

Aku juga rindu. Rindu pada setiap jengkal scene di hubungan kami. Entah versi bahagia atau sedihnya. Tuhan memang benar-benar membuat kami belajar banyak. Dan di masa itulah kami sedang sama-sama menemukan. Mungkin rasanya seperti saat Adam dan  Hawa dipertemukan kembali setelah 40 tahun berpisah. Lebay emang, hehe. Tapi itulah pentingnya bersyukur atas segala hal yang terjadi di hidup kita. Karena suka atau tidak suka, kita tetap harus menjalaninya. Dan percaya atau tidak, hidup yang menyedihkannya seperti thriller film horor itu akan kita tertawakan di kemudian hari. Saat jiwa kita sudah terbentuk nyata oleh bergulirnya waktu.

So’, terima kasih facebook. Aplikasimu sudah menjaga ingatanku. Dan membuatnya tetap hidup di sana. Kenangan memang erat kaitannya dengan masa lalu. Dan karena hidup terlalu nyata dari sekadar mesin waktunya Doraemon, tentu saja kita tak akan pernah bisa kembali ke sana. Tak akan pernah. Tapi kita masih bisa mengingatnya, dan bermain di sana sebentar saja. Ya. Sebentar. Jangan terlalu lama karna kita masih punya yang lebih penting. Yaitu masa kini yang harus dijalani dengan sebaik-baiknya.

Tapi jangan lupa untuk selalu panggil aku, si pengingat kenangan 😍

Advertisements