Out of control

I learn something. Sesuatu yang klise dan sudah bukan jadi rahasia umum lagi, tapi gampang dilupakan. Termasuk saya, yang seolah baru menyadarinya sekarang. Gak perlu dikasih tahu lagi, bahwa hidup yang kita jalani sekarang sudah diatur sedemikian rapi oleh Tuhan. Dan kita tahu itu karna keyakinan kita akan adanya Tuhan. Bahwa walaupun Dia tidak berwujud tapi Dia memegang peran besar di hidup kita.

Dan begitulah. Akhir-akhir ini saya merasa bahwa ada banyak hal atau sebut saja rencana atau bisa juga disebut perkiraan yang meleset. Yang tidak sesuai dengan apa yang kita duga dan pikirkan. Saya seperti baru diciprati air yang begitu dingin, yang membuat saya bangun dan membuka mata. Saya kayak tersihir sama pikiran saya sendiri. Ya, seberapa rapi pun kita berencana jika memang Tuhan belum menghendaki ya tidak akan ada yang namanya realisasi.

Sebenarnya ini sudah sering terjadi di hidup kita. Bukan cuma hidup saya, tapi juga hidup kamu, dia, kalian, dan mereka. Hal-hal di luar kendali ini lumrah terjadi di hidup kita. Hanya saja kita sering lupa. Saya belajar bahwa dalam hidup jangan memaksakan apapun. Dari hal kecil hingga hal besar. Berusaha boleh, tapi jangan memaksa. Karna hidup kita bukan hanya kita yang menjalani. Tapi ada campur tangan Tuhan. Dan mungkin saya pun sedang lupa. Tadinya sudah berhasil saya terapkan dalam hidup. Tapi mendadak saya jadi lupa hingga terkesan saya memaksakan hal-hal yang diluar kendali saya. Ini murni gerakan tangan Tuhan.

Contoh kecilnya, saya dan suami termasuk yang telat membuat kartu jaminan kesehatan dari pemerintah. Dan kami baru membuat kartu tersebut pas saya hamil ketiga ini. Maklum lah, Pak Suami bukan pekerja kantoran yang punya tunjangan kesehatan cuma-cuma dari kantor (And we’re no regret about it, bukan masalah besar bagi kami). Karna kami percaya bahwa kami mendoktrin diri sendiri untuk selalu sehat dan masalah sakit itu urusan Tuhan. I means, kami tidak khawatir karna ada tangan Tuhan yang pasti akan menolong. Dan kami juga bukan tipe orang yang menggantungkan hidup pada asuransi ( sorry for this, maybe we’re different. Tapi setiap orang berhak punya pilihan masing-masing kan) 😀

Tapi saat saya hamil, Pak Suami menyarankan kita bikin kartu aja. Bukan karna pada akhirnya kami takut tidak bisa membayar biaya rumah sakit atau khawatir Tuhan ketiduran hingga lupa menolong. Tapi jika ada jaminan kesehatan dari pemerintah dengan harga terjangkau ya kenapa tidak. Karna saya minta bantuan orang yang biasa mengurus masalah kartu tersebut, waktu yang tadinya hanya dijanjikan 2 minggu molor banget jadi lebih dari 2 bulan. Dan si kartu tak kunjung muncul. Saya sudah mengusahakan berbagai cara, hingga stress sendiri.

And one night, saya bilang pada suami saya lelah dengan urusan kartu yang tak kunjung selesai ini dengan ribuan alasan yang tak masuk akal. Ah, sudahlah … Nyeritainnya aja stress sendiri 😥

Dan Pak Suami bilang, ya udah gak usah dipikirin. Kalo memang harus jadi ya jadi. Kalo nggak ya gak papa. Kita berdoa aja dedek bayi bawa rezekinya sendiri. Dan biarkan Tuhan yang bekerja. Akhirnya saya sadar, saya terlalu memaksakan kehendak. Toh saya nggak tahu rencana baik Tuhan. Dan yang penting saya juga sudah mengusahakan kan. Tapi kalo hasilnya masih hitam putih tanpa kepastian juga, ya sudah. Berhentilah. Inilah. Inilah yang saya maksud bahwa ini di luar kendali saya. Walopun orang-orang di sekitar saya mulai sibuk menyalahkan keadaan. Ya gimana ya, mana saya tahu prosesnya akan panjang begini. Dan menyalahkan keadaan juga tidak akan menyelesaikan masalah bukan?

Bukan hanya itu saja yang akhir-akhir ini terjadi di luar kendali dalam hidup saya. Tapi akhirnya saya benar-benar sadar bahwa saya sudah berusaha banyak atas rencana-rencana saya. Atau mungkin saya masih harus berusaha lagi, tapi dengan catatan. Tanpa memaksakan kehendak apapun dan siapapun. Biarkan Tuhan yang bekerja pada akhirnya. Minimal saya tahu bahwa Tuhan masih akan selalu menolong saya dalam keadaan apapun. Dan tahukah kamu? Lagi-lagi jawabannya adalah pasrah. Pasrah pada setiap keputusan dan kehendak-Nya karna Dialah yang berhak menentukan. Dan apapun itu, saya percaya itu baik buat saya dan buat kelangsungan hidup saya. So’, out of control tidak selamanya buruk bukan? 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s