Tuhan tak minta dibela

Bukan. Tulisan ini bukan mau menghujat siapa-siapa. Bukan mau menghakimi atau menyalahkan siapapun. Siapalah saya yang rasanya tak punya hak utuh untuk menjudge orang-orang yang kita semua tahu bahwa kita semua manusia penuh dosa. Bukan manusia suci. Tapi saya cuma ingin mengemukakan pandangan saya (yang bisa saja salah) karna salah benar di dunia ini sifatnya sungguh relatif.

Wajar, kita sebagai manusia merasa marah jika apa yang kita cintai dihina atau dilecehkan. Dan khususnya pada kasus penghinaan pada alquran ini. Siapapun mungkin akan merasa marah pada apa yang diyakininya. Tapi satu hal yang saya pelajari dari pengalaman hidup saya sendiri adalah bahwa saking Maha Kuasanya Dia, maka Tuhan tidak pernah minta dibela dalam hal apapun. Saya pernah bertanya-tanya pada diri saya sendiri, rasa-rasanya kok Tuhan gak pernah marah. Padahal kita sebagai manusia tak hentinya berbuat dosa. Hal yang kita tahu tidak Ia sukai. Perbedaannya begini, saat kita melakukan hal yang buruk dan tidak disukai oleh orang yang kita cintai cepat atau lambat orang itu akan marah. Tak peduli apakah kita orang yang sangat ia cintai. Yah, wajarlah. Namanya juga manusia.

Tapi jika dibandingkan dengan Dia yang Maha Besar. Saya percaya tak akan ada marah, benci atau pun hal-hal negatif lainnya. Contohnya, kita melakukan dosa setiap hari pun Ia tak serta merta meninggalkan kita, membuang rezeki kita atau bahkan melakukan hal yang Ia bisa Ia mampu lakukan pada kita untuk membalas apapun yang kita lakukan. Tidak. Tuhan tak pernah dendam. Itulah bedanya kita, manusia kecil ini dengan Dia yang Maha Besar ini.

Dan saking punya kuasanya Dia dalam semua hal, saya percaya Tuhan tak minta dipuji, dibela saat ada orang yang menghinaNya. Karna begini, 4 tahun yang lalu saya pernah menjalani kemoterapi. Dan buat saya, saat itu adalah masa-masa yang PALING sulit dalam hidup saya. Hingga akhirnya saya sembuh dan bebas dari kemoterapi beserta penyakitnya yang bersarang di tubuh saya, tak hentinya saya bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan. Hingga tercetus dari hati saya bahwa saya akan menjadi pelayan Tuhan. Saya akan menjadi orang yang melayani Tuhan dengan melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya. Tapi, yah namanya manusia yang banyak dosa saya pun lupa akan apa yang saya ucapkan saat itu.

Dan di suatu waktu saya menonton salah satu acara dakwah yang menyebutkan bahwa Tuhan tidak pernah minta dibela, dipuji atau bahkan dilayani oleh kita. Karna jika kita tidak melakukan hal-hal itu pun Tuhan tidak akan merugi. Yang merugi siapa? Ya kita-kita juga. Tuhan kan maha dari segala maha. Dia sudah punya banyak hal di dunia ini. Semua yang ada di dunia ini milikNya. Jadi Dia tidak butuh hal-hal remeh temeh seperti janji-janji palsu saya sebagai manusia untuk menjadi pelayan bagiNya. Tapi lagi-lagi, Dia tidak meninggalkan saya. Tidak dendam pada saya. Dia bahkan memberikan ribuan nikmat dalam hidup saya. Nikmat dalam bentuk kesehetan, suami yang baik, anak², rezeki, dan masih ada banyak jutaan nikmat lainnya.

Jadi, saat ada orang yang menghina atau menjelekkan orang yang saya cintai, apa yang saya yakini (contohnya alquran atau agama saya), dan bahkan Tuhan yang saya kasihi ini, saya tidak akan serta merta marah-marah, merasa tidak terima, dan lalu jadi merasa punya hak untuk menghakimi mereka. Nggak. Saya juga merasa sebagai muslim belum tentu saya bisa mengaplikasikan alquran dengan baik jadi gimana bisa saya membelanya atas nama agama. Atau saya juga belum bisa jadi muslim yang baik dalam agama saya, lalu gimana bisa saya marah saat ada orang yang menghina agama saya. Bahkan, jika ada orang yang menghina Tuhan saya pun belum tentu saya bisa balik marah pada mereka. Karna apa? Memangnya saya sebagai hambanya sudah mencintai Tuhan saya dengan tulus? Nggak. Karna gak munafik, saya pun masih memikirkan dunia. Punya hidup enak dan punya uang banyak terkadang masih jadi impian saya. Saya masih menuhankan dunia, di samping mencintai Tuhan saya.

Dan saat ada  yang menghina alquran, agama atau bahkan Tuhan saya, saya justru harus berkaca. Apakah saya sebagai orang yang meyakininya sudah menjaga dengan baik alquran dan agama saya? Tidak. Saya masih punya banyak kekurangan, bahkan dalam mencintai Tuhan saya sendiri yang sifatnya misteri. Dan buat saya, dalam hal mencintai Tuhan kita, itu termasuk privacy. Hanya antara saya dan Tuhan. Bagaimana caranya? Biarlah itu menjadi cara kami. Dan hanya kami yang tahu. Karna ada ruang di mana tidak bisa dimasuki oleh siapapun dalam hubungan saya dengan Tuhan.

Saya gak mau komentar apapun tentang mereka yang turun ke jalanan dalam rangka membela alquran dan agamanya. Saya merasa tak punya hak untuk menyalahkan siapapun. Karna kita tahu, ada yang Maha Benar. Saya juga tidak mau merasa benar. Bahkan saya takut jadi orang yang paling merasa benar. Biarlah ini jadi rahasia Tuhan. Tentang benar dan salah, karna benar dan salah versi manusia itu sifatnya hitam putih. Dan saya mencoba fokus saja pada dosa-dosa saya dibanding sibuk menghitung dosa orang lain …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s